Kisah Sahabat Abdullah bin Abbad

“Ya Ghulam, maukah kau mendengar beberapa kalimat yang sangat berguna?” tanya Rasulullah suatu ketika pada seorang pemuda kecil. “Jagalah (ajaran-ajaran) Allah, niscaya kamu akan mendapatkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah (larangan-larangan) Allah, maka kamu akan mendapati-Nya selalu dekat di hadapanmu.”

Pemuda kecil itu termangu di depan Rasulullah. Ia memusatkan perhatian pada setiap patah kata yang keluar dari bibir manusia paling mulia itu. “Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam duka. Bila kamu meminta, mintalah kepada-Nya. Jika kamu butuh pertolongan, memohonlah kepada-Nya. Semua hal telah selesai ditulis.”

Pemuda beruntung itu adalah Abdullah bin Abbas. Ibnu Abbas, begitu ia biasa dipanggil, dalam sehari itu ia menerima banyak ilmu. Bak kata pepatah, sekali dayung tiga empat pulau terlampaui, wejangan Rasulullah saat itu telah memenuhi rasa ingin tahunya. Pelajaran akidah, ilmu dan amal sekaligus ia terima dalam sekali pertemuan.

Keakraban dengan Rasulullah sejak kecil membuat Ibnu Abbas tumbuh menjadi seorang lelaki berkepribadian luar biasa. Keikhlasannya seluas padang pasir tempatnya tinggal. Keberanian dan gairah jihadnya sepanas sinar matahari gurun. Kasihnya seperti oase di tengah sahara.

Hidup bersama Rasulullah benar-benar telah membentuk karakter dan sifatnya. Suatu ketika, benaknya dipenuhi rasa ingin tahu yang besar tentang bagaimana cara Rasulullah shalat. Malam itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya, Maimunah binti Al-Harits, istri Rasulullah.

Sepanjang malam ia berjaga, sampai terdengar olehnya Rasulullah bangun untuk menunaikan shalat. Ia segera mengambil air untuk bekal wudhu Rasulullah. Di tengah malam buta itu, betapa terkejutnya Rasulullah menemukan Abdullah bin Abbas masih terjaga dan menyediakan air wudhu untuknya.

Rasa bangga dan kagum menyatu dalam dada Rasulullah. Beliau menghampiri Ibnu Abbas, dan dengan lembut dielusnya kepala bocah belia itu. “Ya Allah, berikan dia keahlian dalam agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir kitab-Mu.” Demikian doa Rasulullah.

Abdullah bin Abbas lahir tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah. Saat Rasulullah wafat, ia masih sangat belia, 13 tahun umurnya. Semasa hidupnya, Rasulullah benar-benar akrab dengan mereka yang hampir seusia dengan Abdullah bin Abbas. Ada Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid dan sahabat-sahabat kecil lainnya.

Saat Rasulullah wafat, Ibnu Abbas benar-benar merasa kehilangan. Sosok yang menjadi panutannya, kini telah tiada. Walau demikian, ia tak mau berlama-lama tenggelam dalam kedukaan. Ibnu Abbas segera bangkit dari kedukaan. Meski Rasulullah telah berpulang, semangat jihad tak boleh berkurang. Maka ia pun mulai melakukan perburuan ilmu.

Didatanginya para sahabat senior. Ia bertanya pada mereka tentang apa saja yang perlu ditimbanya. Tak hanya itu, ia juga mengajak sahabat-sahabat yang seusia dengannya untuk belajar pula. Tapi sayang, tak banyak yang mengikuti jejak Ibnu Abbas. Mereka merasa tidak yakin, apakah para sahabat senior itu mau memerhatikan mereka yang masih anak-anak.

Walau demikian, Ibnu Abbas tak patah arang. Ia ketuk satu pintu dan berpindah ke pintu lain, dari rumah-rumah para sahabat Rasulullah. Tak jarang ia harus tidur di depan rumah mereka, karena para sahabat tengah istirahat. Namun betapa terkejutnya mereka begitu melihat Ibnu Abbas tidur di depan pintu rumah.

“Wahai keponakan Rasulullah, kenapa tidak kami saja yang menemuimu?” kata para sahabat yang menemukan Ibnu Abbas di depan rumah mereka.

“Tidak, akulah yang mesti mendatangi anda,” jawabnya.

Demikianlah kehidupan Ibnu Abbas, hingga kelak ia benar-benar menjadi seorang pemuda dengan ilmu dan pengetahuan yang tinggi. Karena tingginya dan tak berimbang dengan usianya, ada yang bertanya tentangnya. “Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini, wahai Ibnu Abbas?”

“Dengan lidah dan gemar bertanya, dengan akal yang suka berpikir,” demikian jawabnya.

Karena ketinggian ilmunya itulah, ia kerap menjadi kawan dan lawan diskusi para sahabat senior. Umar bin Al-Kathab misalnya, selalu memanggil Ibnu Abbas untuk duduk bersama dalam sebuah musyawarah. Pendapat-pendapatnya selalu didengar karena keilmuannya. Sampai-sampai Amirul Mukminin kedua itu memberi julukan kepada Ibnu Abbas sebagai “pemuda tua”.

Doa Rasulullah yang meminta kepada Allah agar menjadikan Ibnu Abbas sebagai seorang yang mengerti perkara agama telah terwujud kiranya. Ibnu Abbas adalah tempat bertanya karena kegemarannya bertanya. Ibnu Abbas tempat mencari ilmu karena kegemarannya terhadap ilmu.

Di usianya yang ke-71 tahun, Allah SWT memanggilnya. Saat itu umat Islam benar-benar kehilangan seorang dengan kemampuan dan pengetahuan yang luar biasa. “Hari ini telah wafat ulama umat,” kata Abu Hurairah menggambarkan rasa kehilangannya.

Bacaan Islami Lainnnya:

– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Kisah Sahabat Abbad bin Bisyrin

Abbad bin Bisyr adalah seorang sahabat yang tidak asing dalam sejarah dakwah Islam. Ia tidak hanya termasuk di antara para ‘abid (ahli ibadah), tapi juga tergolong kalangan para pahlawan yang gagah berani dalam menegakkan kalimah Allah. Tidak hanya itu, ia juga seorang penguasa yang cakap, berbobot dan dipercaya dalam urusan harta kekayaan kaum Muslimin.

Ketika Islam mulai tersiar di Madinah, Abbad bin Bisyr Al-Asyhaly masih muda. Dalam kegiatan sehari-hari dia memperlihatkan tingkah laku yang baik, bersikap seperti orang-orang yang sudah dewasa, kendati usianya belum mencapai dua puluh lima tahun.

Dia mendekatkan diri kepada seorang dai dari Makkah, yaitu Mush’ab bin Umair. Dalam tempo singkat, hati keduanya terikat dalam ikatan iman yang kokoh. Abbad mulai belajar membaca Al-Qur’an kepada Mush’ab. Suaranya merdu, menyejukkan dan menawan hati. Oleh karena itu, ia terkenal di kalangan para sahabat sebagai imam dan pembaca Al-Qur’an.

Pada suatu malam ketika Rasulullah Saw sedang melaksanakan shalat tahajud di rumah Aisyah yang berdempetan dengan masjid. Terdengar oleh beliau suara Abbad bin Bisyr membaca Al-Qur’an dengan suara yang merdu.

“Ya Aisyah, suara Abbad bin Bisyrkah itu?” tanya Rasulullah.

“Betul, ya Rasulullah!” jawab Aisyah.

Rasulullah berdoa, “Ya Allah, ampunilah dia!”

Abbad bin Bisyr turut berperang bersama Rasulullah Saw dalam tiap peperangan yang beliau pimpin. Dalam peperangan-peperangan itu dia bertugas sebagai pembawa Al-Qur’an.

Ketika Rasulullah kembali dari Perang Dzatur Riqa’, beliau beristirahat dengan seluruh pasukan Muslim di lereng sebuah bukit. Setibanya di tempat perhentian di atas bukit Rasulullah bertanya, “Siapa yang bertugas jaga malam ini?”

Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir berdiri, “Kami, ya Rasulullah!” kata keduanya serentak. Rasulullah telah menjadikan keduanya bersaudara ketika kaum Muhajirin baru tiba di Madinah.

Ketika keduanya keluar ke pos penjagaan, Abbad bertanya kepada Ammar, “Siapa di antara kita yang berjaga terlebih dahulu?”

“Aku yang tidur lebih dahulu,” jawab Ammar yang bersiap-siap untuk berbaring tidak jauh dari tempat penjagaan.

Dalam suasana malam yang tenang dan hening, Abbad shalat malam dan larut dalam manisnya ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacanya. Dalam shalat itu ia membaca surat Al-Kahfi dengan suara memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Ketika Abbad tenggelam dalam mahabbah dengan Rabb-nya, seorang laki-laki datang dengan tergesa-gesa dan melihat seorang hamba Allah sedang beribadah. Lelaki itu yakin bahwa Rasulullah ada di tempat itu dan orang yang sedang shalat itu adalah pengawal yang bertugas jaga.

Orang itu menyiapkan anak panah dan memanah Abbad dengan tepat mengenai tubuhnya. Abbad mencabut anak panah yang bersarang di tubuhnya sambil meneruskan bacaan dan tenggelam dalam shalat. Orang itu memanah lagi dan mengenai Abbad dengan jitu. Abbad kembali mencabut anak panah lalu meneruskan ibadahnya. Kemudian orang itu memanah lagi. Abbad mencabut lagi anak panah dari tubuhnya seperti dua anak panah terdahulu.

Giliran jaga bagi Ammar bin Yasir pun tiba. Abbad merangkak ke dekat saudaranya yang tidur, lalu membangunkannya seraya berkata, “Bangunlah! Aku terluka parah dan lemas.”

Sementara itu, melihat mereka berdua, si pemanah buru-buru melarikan diri. Ammar menoleh ke arah Abbad dan melihat darah bercucuran dari tiga luka di tubuhnya. “Subhanallah! Mengapa engkau tidak membangunkan aku ketika panah pertama mengenaimu?” tanyanya keheranan.

“Aku sedang membaca Al-Qur’an dalam shalat. Aku tidak ingin memutuskan bacaanku sebelum selesai. Demi Allah, kalaulah tidak karena takut akan menyia-nyiakan tugas jaga yang dibebankan Rasulullah, menjaga pos perkemahan kaum Muslimin, biarlah tubuhku putus daripada memutuskan bacaan dalam shalat,” jawab Abbad.

Ketika perang memberantas orang-orang murtad berkecamuk pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, khalifah menyiapkan pasukan besar untuk menindas kekacauan yang ditimbulkan oleh Musailamah Al-Kadzab. Abbad bin Bisyr termasuk pelopor dalam pasukan tersebut.

Abbad dan pasukannya menyerbu dan memecah pasukan musuh, serta menebar maut dengan pedangnya. Kemunculannya menyebabkan pasukan Musailamah Al-Kadzab terdesak mundur dan melarikan diri ke Kebun Maut.

Di sana, dekat pagar tembok Kebun Maut, Abbad gugur sebagai syahid. Tubuhnya penuh dengan luka bekas bacokan pedang, tusukan lembing, dan panah yang menancap. Para sahabat hampir tak ada yang mengenalinya, kecuali setelah melihat beberapa tanda di bagian tubuhnya yang lain.

Bacaan Islami Lainnnya:

– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Kisah Sahabat A’shim bin Tsabit

Adalah ‘Ashim bin Tsabit Al Anshori (‘ Ashim bin Tsabit bin Aqlah ra.) salah satu sahabat Rasul SAW yang tidak absen dalam peristiwa Badar dan Uhud. Rasul saw. pernah memujinya, menyeru para sahabat untuk cara berperang ‘ Ashim.

Rasulullah SAW berkata, “Bagaimana caramu berperang Wahai ‘Ashim?” ‘Ashim memeragakan busur anak panah yang ada di tangannya.” Jika musuh di hadapanku 100 hasta kupanah dia, jika musuh mendekat dalam jarak tikaman lembing, aku bertanding hingga lembingku sampai patah, jika lembingku patah, kuhunus pedangku lalu aku pakai pedang” ia ahli dalam panah dan bermain pedang.

Kisah ini bermula di peristiwa uhud (3 H), Ia berhasil membunuh tiga laki-laki sekaligus (Musafi’, Kilab, Jallas). Ketiganya adalah putra salah seorang pemuka Quraisy, Thalhah dan Sulafah binti Sa’ad bin Suhaid, keluarga tersebut dalam bagian pasukan Quraisy di perang Uhud. Ketika pertempuran mulai mereda/hampir selesai.

Kaum Quraisy (kalangan wanitanya) berlompatan kegirangan berhasil menuntut balas terhadap peristiwa satu tahun sebelumnya (Badar) dimana banyak tokoh-tokoh mereka yang terbunuh. Dalam peristiwa Uhud tak sedikit kaum muslimin yang gugur, mereka (Quraisy) menendang, mencincang, merusak mayat-mayat kaum muslimin. Ada yang dibelah perutnya, dipotong hidung dan telinganya dijadikan kalung.

Sulafah binti Sa’ad hatinya gundah, gelisah dan tak menentu, menunggu kemunculan suami dan ketiga anaknya. Lama menunggu tak kunjung datang, ia putuskan masuk ke arena pertempuran, ia masuk hingga jauh ke dalam. Diperiksalah satu persatu wajah-wajah yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba ia menjadi tertegun karena mendapati suaminya sudah terbaring tak bernyawa dengan berlumuran darah, pandangannya pun kosong dan hampa, ia sampai melompat bagai singa betina yang wajahnya memerah penuh amarah. Dia arahkan pandangannya ke segenap penjuru arah mata angin, dia dapati tidak jauh dari suaminya dua anaknya Musafi’ dan Kilab sudah tak bernyawa.

Jallas anaknya yang ketiga sudah dalam keadaan bersimbah darah antara hidup dan mati. Ia dekati, ia peluk tubuh anaknya dia angkat dipangkuannya, ia bersihkan darah dikening dan wajahnya.

Sullafah berkata, “Siapa yang telah berbuat seperti ini wahai anakku?”

Dengan nafas yang terputus putus, Jallas menjawab, “’Ashim bin Tsabit al Anshori, dia pula yang juga membunuh Musafi’ dan…” Belum selesai dia bicara ajal telah menjemputnya.

Sullafah binti Sa’ad bagai orang gila, menangis meraung-raung sekeras-kerasnya, ia bersumpah, “Aku tidak akan makan dan menghapus air mata ini sebelum membalas dendam kepada ‘Ashim bin Tsabit dengan menjadikan batok kepalanya sebagai mangkok tempat minum khomr”. Untuk mewujudkan dendamnya ia membuat sayembara menjanjiakan 100 ekor unta kepada siapapun yang berhasil membawakan batok kepala ‘Ashim bin Tsabit kepadanya.

Sofyan bin Kholid, salah seorang lelaki Quraisy tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan tersebut, ia pun akhirnya mengatur strategi dan rencana, kemudian ditemuilah beberapa orang dari suku Adhul dan Qarah, agar pura-pura masuk islam pergi ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW.

Benar saja, di tahun 4 H beberapa orang yang berasal dari suku Adhul dan Qarah datang ke Madinah guna untuk menemui Rasulullah SAW, meminta kepada beliau agar mengirim beberapa sahabat untuk mengajarkan Islam kekampung mereka, salah seorang yang diminta adalah Ashim bin Tsabit.

Rasulullah SAW. tak menaruh curiga, beliau mengabulkan permintaan mereka, dikirimlah 10 orang sahabat (Ibnu Ishaq). Diriwayat lain disebuatkan jika ada 6 sahabat yang diketuai ‘Ashim bin Tsabit.

Utusan Rasul SAW tersebut berangakat ke perkampungan Adhul dan Qarah bersama orang-orang Adhul dan Qarah tersebut. Sesuai rencana yabg telah disiapkan Sufyan bin kholid, ketika utusan Rasul saw. tersebut sampai di Raji’ (daerah sumber mata air milik suku Hudzail) tiba-tiba beberapa orang utusan dari Adhul dan Qarah tersebut melakukan pengkhianatan dengan memprovokasi kabilah Hudzail yakni bani Lihyan. Terkumpullah 100 orang dengan mengepung 6 atau 10 utusan Rasul saw. tersebut.

Mereka berkata, “Kami tidak ingin menumpahkan darah di tanah kami, kami hanya ingin membawa kalian untuk ditukar dengan harta, maka ikutilah kami, kami tidak akan membunuhmu”

‘Ashim menjawab, “Sungguh orang-orang ini telah mengkhianati kita” (pengkhianatan mereka akan dibalas oleh Rasul saw., ditema lain Insya Alloh).

‘Ashim berseru, “Janganlah kalian lemah, ghonimah berupa sahid telah menanti kita, para bidadari pun telah menunggu menyambut kita.” Karena jumlah yang tidak seimbang, ‘Ashim bin Tsabit menemui apa yang telah dijanjikan Rabbnya, syahid.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dan ia pun telah mendengar perihal sayembara tersebut, ‘Ashim berdoa, “Yaa Allah, sampaikan berita ini kepada Rasul-Mu, Yaa Allah aku telah mengorbankan diriku di jalan agama-Mu yang benar, selamatkan diriku (kepalaku) dari tangan tangan kotor Musuh-Mu.”

Allah SWT kemudian mengabulkan doanya dengan cara mengirimkan sekelompok lebah yang mengerumuni tubuh ‘Ashim, sehingga dengan demikian musuh-musuhnya tidak bisa memenggal kepalanya. Ketika mereka hendak mendekat ke jasad Ashim, sekelompok lebah tersebut menyerangnya.

Hingga mereka berharap akan bisa memenggal kepala ‘Ashim di malam hari atau esuk hari, tapi dimalamnya ternyata Allah SWT menurunkan hujan yang sangat lebat yang menimbulkan banjir, sehingga jasad Ashim terbawa arus banjir tersebut, hingga mereka tidak dapat menemukan jasad Ashim.

Allahu Akbar!! Maha suci Allah inilah cara-Nya menjaga hamba hamba-Nya yang bertaqwa, yang memperjuangkan agama-Nya, menjaga kesuciannya dari tangan-tangan keji musuh-musuh Allah. Namun Rasul saw. amat sedih atas peristiwa Raji’ ini.

Tatkala Umar bin Khattab ra. mendengar kejadian ini, beliau berkata:

“Allah Menjaga hamba-Nya yang mukmin setelah meninggalnya sebagaimana Dia menjagaNya sewaktu masih hidup”.( Mubarokfuri)

Setiap zaman selalu ada saja hamba-hamba Allah yang bersikap ikhlas, mau menetapi jalan hidupnya agar senantiasa dijalan Allah, siang-malam tak kenal lelah untuk selalu memperjuangkan syariah-Nya tiada takut dan gentar dan tak akan mundur setapak pun, terhadap cacian orang-orang yang mencaci. Hidupnya ia belanjakan untuk meraih janji Allah. Allohu akbar.

Namun ada juga orang-orang yang malah dengan gampanya mencaci mencibir, menghalangi risalah ini, melakukan pengkhianatan bersama orang-orang lalim. Jangan mengira, jangan mengira upaya mereka akan menemui hasil, mereka akan berhadapan dengan pemilik kehidupan ini.

Akhirnya, di barisan mana kita berada?

Kisah Sahabat Nabi Muhammad Lengkap

Sahabat nabi adalah orang-orang yang beruntung karena hidup di zaman Nabi Muhammad Saw.. Penasaran bagaimanakah kisah-kisah dari sahabat Nabi? Berikut adalah rangkuman singkat para sahabat Nabi. Untuk membaca kisah lengkapnya silahkan klik nama sahabat nabi yang ingin dibaca..

A’shim bin Tsabit

A’shim Bin Tsabit adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan Kisah Jasadnya yang Tidak Terjamah dan bahkan dikerumuni oleh lebah. Jasad A’shim Bin Tsabit telah dijaga Allah dan ia dijamin masuk ke surga Allah.

Abbad bin Bisyrin

Abbad Bin Bisyrin adalah sahabat Nabi yang sangat gagah berani. Ia memiliki keterampilan yang sangat baik dalam berperang melawan orang-orang kafir. Abbad bi Bisyrin terkenal dengan kisanya Tiga Panah Menancap di Tubuhnya.

Abdullah bin Abbad

Abdullah bin Abbad adalah sahabat Nabi yang selalu mendapatkan kemuliaan karena ketaqwaan yang ia miliki. Abdullah bin Abbad juga orang yang sangat rajin puasa dan mendirikan salat malam.

Abdullah bin Hudzafah Al Sahmy

Abdullah Bin Hudzafah Al Sahmy adah sosok sahabat Nabi yang dikenal karena keimanannya yang sangat kuat terhadap Islam. Kisahnya terkenal karena mampu membuat kaisar menyerah untuk mengajak ia masuk Nasrani. Abdullah bin Hudzafah Membebaskan Tawanan Muslim.

Abdullah bin Jahsy

Abdullah Bin Jahsy adalah seseorang yang begitu dekat sekali dengan Nabi Saw dan ia adalah orang yang pertama kali memeluk agama Islam. Abdullah Bin Jahsy merupakan orang muslim pertama yang mendapatkan gelar Amirul Mukminin.

Abdullah bin Mas’ud

Abdullah Bin Mas’ud adalah sahabat Nabi pertama yang berani membaca alquran dengan suara yang keras. Ketika wafat, lisan Abdullah Bin Mas’ud basah dengan zikir-zikir kepada Allah dan penuh dengan ayat-ayat alquran.

Abdullah bin Salam

Abdullah bin Salam adalah sahabat Nabi yang dahulunya adalah seorang pendeta Yahudi dan menyiarkan agama-agama Musa. Ia kemudian masuk ke agama Islam setelah mendapat hidayah dari Allah.

Abdullah bin Ummi Maktum

Abdullah bin Ummi Maktum adalah sahabat Nabi yang juga masih kerabat beliau. Ia terlahir buta namun memiliki keimanan yang sangat kuat. Ia termasuk salah satu orang pertama yang masuk Islam dan ia adalah sosok yang suka adzan.

Abdurrahman Bin Auf

Abdurrahman Bin Auf adalah sahabat Nabi yang terkenal sangat pandai dalam berdagang. Ia juga termasuk salah stau orang yang dijamin masuk surga. Kita juga bisa baca langsung Sejarah Hidup Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai Orang Sukses di zaman Nabi.

Abu Al Ash Bin Ar-Rabi

Abu Al Ash Bin Ar-Rabi adalah sahabat Nabi yang sekaligus juga menantunya karena menikahi puteri beliau yakni Zainab. Dahulunya ia adalah non muslim hingga akhirnya ia masuk Islam.

Abu Darda

Abu Darda adalah sahabat Nabi yang terkenal memiliki sifat yang rajin beribadah, taat dan tidak mudah menyerah. Abu Darda  adalah sahabat yang paling terakhir masuk Islam namun bagus keislamannya, seorang faqih, pandai dan bijaksana. Inilah Kisah Sahabat Nabi Abu Darda Radhiyallahu Anhu yang Bisa kita baca.

Abu Dzar Al Ghifary (Jundub Bin Junadah)

Jundub bin Junadah atau Abu Dzar adalah ahabat Nabi yang memiliki keberanian dan cerdas dan wawasan yang begitu luas. Ia mencari sendiri agama yang benar di tengah-tengah kemusyrikan lingkungannya.

Abu Hurairah Al Dausy

Abu Hurairah Al Dausy adalah sahabat Nabi yang lahid di Yaman. Abu Hurairah dikenal sebagai perawi hadis terbanyak dan hafal dengan semua hadis. Ia juga dikenal sebagai sosok orang yang menyukai kucing.

Abu Sufyan bin Al Harits

Abu Sufyan bin Al Harits adalah sahabat sekaligus sepupu sanga Baginda Rasul. Meski keduanya bersaudara, namun Abu Sufyan awalnya sangat memusuhi sang Nabi hingga akhirnya menyadari kesalahannya dan masuk Islam.

Abu Thalhah Al Anshary (Zaid Bin Sahl)

Abu Thalhah Al Anshary (Zaid Bin Sahl) adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan suaranya yang menggelegar sekali. Ia juga dikenal dengan sahabat yang suka berderma.

Abu Ubaidah Ibnu Al Jarrah

Abu Ubaidah bin Jarrah adalah seorang panglima perang yang mendapat julukan Al-Amin. Abu Ubaidah terkenal sebagai panglima perang yang sangat kuat bahkan ia memerangi ayahnya sendiri yang kafir. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Orang Kuat Kepercayaan Nabi yang perlu kita pelajari sejarahnya.

Ady bin Hatim Al Tha’i

Ady Bin Hatim Al Tha’i adalah seorang sahabat Nabi yang awalnya begitu membangkang pada ajaran Islam. Dahulunya ia adalah seorang raja dari bangsa Arab yang akhirnya masuk Islam. Setelah masuk Islam, ia menjadi sosok orang yang taat dan patuh kepada Rasulullah Saw. Kisah Sahabat Rasulullah Adi bin Hatim at-Tha’i perlu kita ambil hikmanya

Al Bara’ bin Malik Al Anshary

Al Bara’ Bin Malik Al Anshary merupakan sosok pejuang di masa Nabi. Ia adalah orang yang hebat, bahkan ia berhasil membunuh 100 orang musyrik dalam sekali perang. Al Bara’ Bin Malik Al Anshary adalah orang yang gagah berani, pantang menyerah, dan Merupakan Ujung Tombak Pasukan Islam.

Al Rabi’ bin Ziyad Al Haritsi

Al Rabi’ Bin Ziyad Al Haritsi adalah sahabat Nabi yang terkenal sangat gagah berani. Ia ditunjuk sebagai Panglima Perang Manadzir dan ia adalah sosok orang yang kuat dan bisa melawan musuh-musuhnya.

Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy

Al Thufail Bin ‘Amr Al Dausy adalah sahabat Nabi yang suka sekali memberi makan orang yang lapar. Sosoknya juga suka memberi perlindungan bagi orang yang ketakutan dan orang-orang yang memohon perlindungan. Ia mati syahid di perang Yarmuk. Inilah Sepenggal Kisah Keimanan Ath-Thufail bin Amr ad-Dausi.

Amr bin Jamuh

Amr bin Jamuh adalah sahabat Nabi yang masuk Islam di usia 60 tahun. Ia meninggal dalam keadaan mati syahid saat perang uhud. Ia terkenal dengan kisahnya yang meskipun ia pincang, namun ia tetap ingin berjuang melawan kemusyrikan.

An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani

Nu’man bin Muqarrin adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan keberaniannya dalam berperang melawan bangsa Persia. Ia adalah panglima perang yang memiliki andil besar dalam mengalahkan musuhnya di medan perang hingga meraih kemenangan besar.

Anas bin Malik

Anas bin Malik adalah sahabat Nabi yang mendapat anugerah dari Allah Swt karena ia bisa hidup dalam bimbingan Rasulullah Saw selama 10 tahun lamanya. Anas bin Malik juga merupakan perawi hadits Rasul dan menjadi perawi terbanyak setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Anas bin Malik  adalah Sosok Sahabat yang Sangat Setia pada Rasulullah.

Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah adalah muadzin yang memiliki suara yang  sangat merdu. Ia adalah sahabat Nabi yang memiliki sejarah hidup yang hebat dalam memperjuangkan akidah Islam. Bilal bin Rabah Muazzin Pertama Islam

Dzu Al Bijadain (Abdullah al-Muzani)

Dzu Al Bijadain adalah sahabat Nabi yang memiliki nama Abdullah al-Muzani. Dzu Al Bijadain merupakan sahabat Nabi yang sangat beruntung karena jasadnya disalati dan didoakan langsung oleh Baginda Rasul.

Fairuz Al Dailamy

Fairuz Al Dailamy adalah sahabat Nabi yang berasal dari Arab dan Persia. Fairuz Al Dailamy terkenal dengan kisahnya yang berhasil untuk menumpas kejahatan sorang nabi palsu yang bernama  Aswad al-Ansi. Fairuz ad-Dailami dari Keluarga yang Diberkahi.

Habib bin Zaid Al Anshary

Habib Bin Zaid Al Anshary adalah sahabat Nabi yang setia mendampingi nabi. Ia memiliki keteguhan hati untuk terus berada di sisi Rasulullah Saw.

Hakim bin Hazam

Hakim Bin Hazam adalah sahabat Nabi yang dilahirkan di dekat ka’bah. Ia terkenal dengan sifat zuhudnya dan mendermakan semua hartanya di jalan Allah.

Hudzaifah bin Yaman

Hudzaifah bin Yaman adalah sahabat Nabi yang sejak tumbuh di keluarga muslim. Hudzaifah merupakan sahabat Nabi yang dikenal menjadi oang kepercayaan Nabi dan mengetahui rahasia Nabi.

Ikrimah bin Abu Jahl Al Makhzumy

Ikrimah bin Abu Jahl Al Makhzumy adalah seorang sahabat Nabi yang mana ayahnya adalah seorang kafir Quraisyi yang sangat membenci Islam. Setelah mendapat hidayah dari Allah Swt, Ikrimah masuk agama Islam dan menjadi seseorang yang pemberani. Keteladanan Ikrimah bin Abu Jahal Al Makhzumy bisa kita contoh.

Ja’far bin Abi Thalib

Ja’far bin Abi Thalib adalah sahabat Nabi yang sangat pemberani dan kuat. Ia terkenal dengan kehebatannya dalam menghadapi pasukan Romawi yang berada di negeri Syam. Ia wafat dalam keadaan mati syahid.

Jabir bin Abdillah Al Anshary

Jabir bin Abdillah Al Anshary adalah sahabat Nabi kelahiran kota Yastrib Mekah.  Jabir bin Abdillah Al Anshary terkenal dengan sahabat yang meriwayatkan hadis-hadis Nabi.

Khabbab bin Al Aratti

Khabbab bin Al Aratti  adalah sahabat Nabi yang berasal dari Bani Tamin dan terkenal sebagai pande besi. Ya,  Khabbab bin Al Aratti sangat pandai dalam membuat pedang, tombak dan berbagai macam alat peperangan.

Khalid bin Said bin Al Ash

Khalid Bin Said Bin Al Ash adalah sahabat Nabi dari kaum Quraisyi dan sangat kaya raya. Ia termasuk salah satu orang yang pertama masuk Islam. Ia dikenal dengan kepribadiannya yang sangat tenang.

Khalid bin Zaid Al Najary

Khalid bin Zaid Al Najary memiliki nama asli Abu Ayub Al Anshary. Allah telah mengharumkan nama Khalid bin Zaid dari timur hingga ke barat negeri. Allah telah meninggikan derajatnya dengan menjadikan benteng konstatinopel sebagai tempat persinggahan terakhirnya.

Majza’ah bin Tsaur al Sadusy

“Majza’ah bin Tsaur adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan jiwa patriotismenya. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat pemberani dan mampu membunuh seratus orang kafir dan musyrik.

Muadz bin Jabal

Muadz bin Jabal adalah sahabat Nabi yang termasuk ke dalam orang pertama yang memeluk agama Islam. Muadz bin Jabal terkenal dengan kecerdasannya dan suka menimba ilmu dan mengamalkannya.

Nu’aim bin Mas’ud

Nu’aim bin Mas’ud adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan kecerdikannya. Ia sangat pandai melemahkan siapa saja yang menjadi lawan-lawannya dengan kecerdikan yang ia miliki.

Rabi’ah Bin Ka’b

Rabi’ah Bin Ka’b adalah sahabat Nabi yang melayani Nabi hingga akhir hayat Rasul. Rabi’ah Bin Ka’b melayani apapun yang menjadi kebutuhan sang Nabi termasuk saat Sang Nabi ingin melaksanakan shalat tahajud.

Sa’d bin Abi Waqash

Sa’d bin Abi Waqash Sahabat Rassullah yang selalu bersinar dan ia telah masuk Islam sejak usia muda. Ia adalah sosok sahabat yang memiliki perasaan lembut dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Said bin ‘Amir

Said bin ‘Amir adalah sahabat Nabi yang terkenal gemar menolong. Said bin ‘Amir Al Jumahy merupakan seseorang yang suka mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya, sekalipun ia berada dalam kondisi yang begitu mendesak. Said bin ‘Amir merupakan Gubernur yang Mendahulukan Kepentingan Rakyat.

Said bin Zaid

Said bin Zaid Lelaki yang Sangat Istimewa merupakan sahabat Nabi yang berperan penting dalam penaklukan kota Damaskus. Ia adalah satu dari sekian sahabat Nabi yang dijamin masuk ke surga.

Salamah bin Qais Al Asyjai’

Salamah bin Qais Al Asyjai’adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan keahliannya dalam berperang. Ia berhasil menaklukkan kota Ahwaz. Ia adalah sosok panglima perang yang gagah berani.

Salman al-Farisi

Salman al-Farisi adalah sahabat Nabi yang pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya. Bagaimana Kisah Salman Al-Farisi dalam Mencari Hidayah.

Shuhaib Al Rumy

Shuhaib Al Rumy adalah sahabat Nabi yang sangat setia mendampingi sang Rasul. Ia dahulunya adalah pedagang yang sangat kaya raya dan rela meninggalkan kekayaannya demi menimba agama Islam.

Suraqah Bin Malik

Suraqah Bin Malik adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan kegigihannya mengejar sang baginda Nabi untuk membunuhnya karena memenuhi sayembara orang-orang kafir Quraisyi. Setelah mengejar Nabi dan gagal, ia mendapatkan mukjizat untuk masuk Islam.

Thalhah bin Ubaidillah Al Taimy

Thalhah bin Ubaidillah Al Taimy adalah sahabat Nabi yang juga biasa dipanggil dengan nama Abu Muhammad. Ia adalah sosok orang yang suka sekali menepati janji dan tidak pernah mengingkarinya.  Thalhah bin Ubaidillah Al Taimy merupakan Delapan Orang Pertama yang Menerima Islam.

Tsabit Qais Al Anshary

Tsabit Qais adalah sahabat Nabi yang dipercaya oleh beliau untuk menjadi seorang juru bicara beliau. Tsabit Qais memiliki kepribadian yang pandai dalam berkomunikasi karena bicaranya sangat tegas dan lugas.

Tsumamah bin Utsal

Tsumamah bin Utsal adalah sahabat Nabi yang menjadi pemimpin Yamamah dan ia terkenal dengan embargo ekonominya yang melemahkan kum kafir Quraisyi. Kebijakannya tersebut membuat orang-orang kafir kesulitan dalam hal pangan dan kesulitan dalam hal ekonomi.

Umair bin Sa’d Al Anshary

Umair bin Sa’d Al Anshary adalah sahabat Nabi yang sudah memeluk Islam sejak usianya 10 tahun. Sejak usianya belia ia telah mengikuti berbagai peperangan bersama Nabi dan melawan orang-orang kafir. Umair Bin Sa’ad Al Anshary Merupakan Gubernur di Suriah yang Disegani Umar bin Khattab.

Umair bin Wahab

Umair bin Wahab adalah sahabat Nabi yang dahulunya suka sekali menentang ajaran Islam di kampungnya. Namun kemudian ia masuk ke Islam dan membuatnya gemar berdakwah di Mekkah. Dari dakwahnya tersebut, banyak orang yang memeluk agama Islam.

Uqbah bin Amir Al Juhany

Uqbah bin Amir Al Juhany adalah sahabat Nabi yang sangat setia untuk mendampingi beliau. Ilmu pengetahuan dan jihad adalah dua hal yang menjadi cita-citanya.

Usaid bin Al Hudhair

Usaid bin Al Hudhair adalah sahabat Nabi yang sangat mencintai alquran dan Rasulullah Saw. Usaid adalah sahabat Nabi yang paling suci dan paling jujur. Ia juga sosok yang sangat beriman saat membaca Al Qur’an atau mendengarkan ayat-ayat Allah.

Usamah bin Zaid

Usamah bin Zaid adalah sahabat kesayangan Nabi. Ia memiliki sosok sahabat yang amat cerdas dan pemberani yang luar biasa. Ia memiliki sifat yang bijak dan dapat menempatkan segala urusan pada tempatnya. Usamah bin Zaid bin Haritsah adalah Seorang Panglima Perang Islam.

Utbah bin Ghazwan

Utbah bin Ghazwan adalah sahabat Nabi yang terkenal dengan kezuhudannya. Ia adalah seorang muhajirin yang masuk Islam. Setelah masuk Islam, ia menyerahkan semua hartanya dan hanya mengabdi di jalan Allah.

Utsman bin Affan

Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi yang juga menjadi seorang pemimpin atau khalifah menggantikan sang Baginda Nabi setelah wafat. Inilah Biografi Singkat Utsman bin Affan.

Wahsy Bin Harb

Wahsy Bin Harb adalah sahabat Nabi yang dahulunya adalah seorang budak. Wahsy Bin Harb berasal dari Ethiopia dan terkenal dengan keahliannya melempar tombak ke arah lawan.

Zaid Al Khair

Zaid Al Khair adalah sahabat Nabi yang sangat taat dan bertaqwa semenjak ia memeluk agama Islam. Sejak ia menjadi seorang muslim hingga wafat tidak ada kesempatan yang Zaid Al Khair gunakan untuk terjerumus ke dalam perbuatan dosa.

Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah adalah orang yang dipercaya oleh Rasulullah untuk menyimpan rahasia beliau. Ia juga adalah orang yang ditunjuk sebagai panglima delegasi dan pasukan Rasul.

Zaid Bin Tsabit Al Anshary

Zaid Bin Tsabit Al Anshary adalah sahabat Nabi yang menjadi tangan kanan sang Nabi untuk menghimpun menuliskan dan ayat-ayat suci alquran. Namanya terkenal sebagai penulis wahyu.

Penghuni Neraka Saqar

Neraka Saqar Dan Penghuninya

Neraka Saqar Merupakan Neraka Urutan Yang Ke-5.
Disebut saqar, Artinya Menghanguskan.Karena Neraka Itu Sangat² Panas. Penyebutan Neraka Saqar Diceritakan Dalam Surah Al-Mudassir.
.
Siapa Sajakah Penduduk/penghuni/Yang Akan Dimasukan ke Neraka Saqar?
1. ORANG YANG MENINGGALKAN/TIDAK MENGERJAKAN SHOLAT.
.
“Apa yang memasukan kamu Kedalam Saqar?
Mereka Menjawab; Kami Dahulu Bukan Orang Yang Mengerjakan Sholat”
Qs.Al-Mudassir ayat 42-43
.
2. TDK MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN
“Dan kami tdk pula memberi makan orang miskin”
QS.Al-mudassir:44
.
3. ORANG YANG MEMBICARAKAN YANG BATHIL
“Dan adalah kami membicarakan yg bathil”
QS.Al-Mudassir: 45
.
4.MENDUSTAKAN HARI PEMBALASAN
“Dan adalah kami mendustakan hari pembalasan”
QS Al-Mudassir: 46
.
Hingga Dtg kematian kpd mereka…
Maka syafaat tdk berguna untuk mereka….
Dan kenapa mereka ( Orang Kafir ) berpaling dari peringatan Allah…
.
Semoga Kita Bukan Termasuk Orang Disebutkan Diatas

Memendekan Khutbah Memanjangkan Sholat

Sebagian khatib ada yang memanjangkan khutbahnya sampai terasa membosankan sehingga bagian terakhir lupa pada bagian awalnya. Dan dengan demikian, akhirnya dia memendekkan shalat. Padahal jika melakukan sebaliknya, maka hal itu telah sesuai dengan Sunnah Nabi.
_
Muslim telah meriwayatkan:
“Dari Washil bin Hayyan, dia berkata,
Abu Wa’il berkata, ‘Ammar pernah memberi khutbah kepada kami dengan singkat dan padat isinya. Dan ketika turun, kami katakan kepadanya, ‘Wahai Abu Yaqzhan, sesungguhnya engkau telah menyampaikan dan menyingkat khutbah, kalau saja engkau memanjangkannya.’” Maka dia menjawab, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan pendek khutbahnya menjadi ciri pemahaman yang baik dalam agama. Oleh karena itu, perpanjanglah shalat dan perpendeklah khutbah, dan sesungguhnya di antara bagian dari penjelasan itu mengandung daya tarik.”
(HR.Muslim no 869)
_
Dan dalam riwayat Ahmad disebutkan.
‘Ammar bin Yasir pernah memberi khutbah kepada kami, lalu dia menyampaikannya secara singkat, maka ada seseorang dari kaum Quraisy yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau telah menyampaikan ungkapan yang singkat lagi padat, kalau saja engkau memanjangkannya.” Lalu dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kami untuk memanjangkan khutbah.” (HR.Ahmad no 18410)
_
 An-Nawawi rahimahullahu mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah bahwa shalat yang lebih dipanjangkan daripada khutbah, bukan panjang yang dapat menyusahkan para makmum.”
_

Meninggalkan Yang Tidak Bermanfaat

Tinggakan yang tidak ada manfaatnya
_
Salah satu tanda kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat.
_
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam , beliau bersabda, 

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ “ Di antara menguntungkan/Kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat ” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).
_
Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya.
_
Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288)

Tanda baiknya seorang muslim adalah dengan ia melakukan setiap kewajiban. Juga di antara tandanya adalah meninggalkan yang haram sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ “Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40). Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat semisal itu menunjukkan baiknya seorang muslim.
_
Maka mulai sekarang tinggalkan hal yang tidak bermanfaat seperti,
Debat di kolom komentar,
Memfollow akun-akun unfaedah, dan memposting yang tidak ada manfaatnya.

Manfaatkan Bulan Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan

Alhamdulillah kita disampaikan oleh Allah menemui bulan Ramadhan tahun ini. Karena banyak saudara kita…yang ingin bertemu bulan Ramadhan tahun ini namun Allah telah memanggilnya terlebih dahulu.
_
Mari gunakan kesempatam Ramadhan ini sebaik-baiknya, jangan disia-siakan…
_
Kejar ampunannya, perbanyak baca quran..dan ibadah dimaksimalkan.
_
Bulan Ramadhan ialah bulan yang penuh kebaikan di dalamnya, di dalamnya Al-qur’an di turunkan dan sytan-syetan di belenggu, bulan Ramadhan ialah bulan yang Allah membebaskan sebagian manusia dari Neraka,
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدة الشياطين و مردة الجن، وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب، وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب، وينادي مناد: يا باغي الخير أقبل، يا باغي الشر أقصر، والله عتقاء من النار وذلك كل ليلة
“Jika telah datang awal malam Bulan Romadhon, diikatlah para Setan dan Jin-jin yang Jahat, Ditutup Pintu -pintu Neraka, tidak ada satu pintupun yang Dibuka, dan Dibukalah Pintu-pintu Surga, tidak ada satu pintupun yang Tertutup, berseru seorang penyeru: wahai orang yang ingin Kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin Kejelekan Kurangilah. Dan bagi Alloh Membebaskan sejumlah orang dari Neraka. Hal itu terjadi pada Setiap Malam.” (HR. Tirmidzi).
_
Oleh karena itu marilah kita jadikan Momentum ini untuk ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.
_
Semoga Allah memudahkan kita melakukan ‘amalan-‘amalan shalih di bulan Ramadhan, sehingga kita memanen buah ketakwaan dari Ramadhan.
_
Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan:

شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ.
.
“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhon adalah bulan memanen tanaman.”

Design a site like this with WordPress.com
Get started